Membangun Ibu Kota Negara Indonesia dengan Konsep “Healthy Smart City”

ilustrasi ibu kota baru indonesia

Pendahuluan

Negara tentunya memiliki sebuah ciri khas kuat tentang kekuatan budaya dan keaneragaman dari masyarakat yang tergabung dalam suatu negara tersebut. Kebudayaan dan keaneragaman tentunya sangat penting, karena suatu negara dibangun dengan adanya perbedaan dan keaneragaman yang kuat dan itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonsia menjadi negara terbesar didunia dengan  jumlah penduduk 266,91 juta jiwa berdasar dari data survei penduduk antar sensus  (Supas) 2015 yang telah di proyeksikan di tahun 2019.

Ibu Kota Negara

Ibu kota negara Indonesia berada di Jakarta dengan sebutan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI)  Jakarta. Pusat pemerintahan Indonesia berada di Jakarta sejak diresmikannya oleh Presiden pertama yaitu Ir. Soekarno pada tanggal 22 Juni 1964 mengacu pada UU 10 tahun 1964. Jika dihitung mundur pada tahun ini maka umur ibu kota Indonesia sudah mencapai 55 Tahun sejak disahkan. Dari tahun ke tahun pertumbuhan pendudukan mengalami kenaikan yang signifikan dan di tahun ini mencapai 10,37 juta jiwa. Di mana luas wilayah DKI Jakarta 662,3 km persegi (katadata.co.id). Populasi itu belum termasuk pendatang yang masuk ke ibu kota dan bisa diperkirakan bahwa Jakarta termasuk kota yang padat.

Wacana Perpindahan Ibu Kota

Wacana perpindahan ibu kota negara mencuat di akhir-akhir ini dan terjadi pada bulan mei lalu dari pernyataan Presiden Jokowi terkait perpindahan ibu kota baru untuk Indonesia dan sudah dikaji ulang oleh BAPPENAS selama 1,5 tahun. Terkait itu Presiden menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia berada dijawa dengan mencapai 57% dari rakyat Indonesia. Dari sikap tersebut diusulkan beberapa usulan dan sudah ada 3 tempat yang akan diusulkan dengan masing-masing luas wilayah 80.000 hektar, 120.000 hektar dan 300.000 hektar. Namun, belum diketahui dimana tempat tersebut yang nantinya bisa menggantikan pusat ibu kota negara yang baru.

Konsep Healthy Smart City

ilustrasi ibu kota baru indonesia

( ilustrasi : sumber klover.net )

Beberapa hal konsep yang saya tawarkan dengan beberapa kombinasi yang nantinya akan bisa menyempurnakan sebuah ide tentang ibu kota baru untuk Indonesia. Menjadi bagian dari masyarakat tentunya kita tidak boleh lepas dari sebuah tanggung jawab Bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara kita mempunyai dataran yang luas dan pilihan tempat juga berpengaruh pada kelangsungan hidup pada proses pemerintahan maupun dalam kependudukan. Dibawah ini saya akan menjelaskan beberapa konsep sederhana untuk ibuk kota baru Indonesia. Secara garis besar dalam hal ini ibu kota menjadi acuan utama dalam bernegara dan tentunya konsep pembangunan dan pemetaan juga harus diperhitungkan dari awal hingga akhir meskipun tidak mudah atau membutuhkan waktu yang lama dalam hal realisasi. Sistem blok menurut saya penting karena akan berwujud sebuah tatanan yang pas dan tepat. Nah saya akan menjelaskan konsepnya dibawah ini :

  1. Perencanaan sistem blok atau pemetaan

Pemetaan menjadi hal yang dasar bagi setiap perencanaan pembangunan berjangka panjang. Pemetaan dengan sistem blok akan membuat sebuah alur prosedur menjadi mudah dan tepat karena akan mempercepat pelayanan publik, contoh pemetaan blok a khusus untuk pusat pemerintahan baik dalam hal teknis maupun administratif, blok b untuk ruang publik bisa diisi dengan taman, tempat hiburan, panggung rakyat dan lainnya. Blok c untuk pusat perekonomian dalam hal contoh pusat perbelanjaan, blok d adalah pusat Gedung parkir yang nantinya parkir menjadi terpusat dan teratur tanpa harus parkir di sembarang tempat dan masih banyak lainnya termasuk pemukiman dan pendatang.

  1. Transportasi terpusat

Transportasi menjadi sorotan utama dalam hal pembangunan ibu kota karena akan menentukan roda perputaran ekonomi maupun proses kelangsungan layanan publik, sederhananya jika ingin memasuki Gedung pemerintahan maka harus dan wajib naik transportasi yang disediakan oleh pemerintah dan koridor sudah di tentukan dengan pemetaan blok. Jadi, volume kendaraan akan stabil karena hanya transportasi khsusus dan tentunya bebas polusi.

  1. Kota yang cerdas dan sehat

ilustrasi ibu kota baru indonesia

( ilustrasi : sumber therivardreport.com )

Sesuai dengan konsep, menjadi ibu kota yang sehat adalah idaman bagi setiap warga negara Indonesia karena sejatinya Indonesia adalah negara tropis dan menjadi jantung dunia karena kekayaan alamnya yaitu hutan. Bebas polusi dan pola hidup sehat akan memberikan dampak yang baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Contoh, setiap kerja atau menikmati ruang publik disediakan persewaan sepeda dan untuk pemerintahan diberikan kendaraan khusus yang ramah lingkungan atau termasuk dalam hal sama rata. Kota sehat juga bisa diimbangi dengan kota cerdas karena dengan kesehatan akan berdampak pada kecerdasan yang alamiah.

Kesimpulan :

Healthy Smart City ini mempunyai harapan bahwa dalam pembangunan ibu kota baru akan memberikan pola kehidupan yang sehat baik pusat pemerintahan maupun warganya dan sistem blok akan mudah diatur. Sirkulasi arusnya juga jelas karena sudah diatur sedemikian rupa baik pemetaan Gedung atau blok dengan pemukiman maupun pusat tata kota dalam arti perekonomian, ruang publik, pemukiman, arus sanitasi, pusat pemerintahan, parkir, alam terbuka hijau, transportasi dan industri. Jangka panjang juga masuk dalam pemetaan yang ketat karenanya kematangan itu sangat penting dan semoga kita memiliki ibu kota yang cerdas dan sehat. Amin.

By samagahacom

Simple | Sondolop Cloth | Musik | #mengingatlupa | #mahasiswamanis

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts